Kisah Sedih 3 Anak Yatim Piatu, Ibu Meninggal, 4 Hari Kemudian Bapak Meninggal


Kondisi tiga anak yatim piatu di Samarinda, Kalimantan Timur, memprihatinkan. Ketiganya tinggal di sebuah rumah kayu ukuran kira-kira 5 x 10 meter. Bangunan ini cukup tua, peninggalan orangtua mereka. Dinding rumah sudah mulai lapuk. Sebagian sudah terlepas dari ikatan yang dipaku. Dapur nyaris roboh. Ruang tengah sempit. Beralaskan karpet kumal. Dipenuhi tumpukan pakaian dan barang-barang lain.

“Ibu meninggal 14 Desember 2019. Selang 4 hari kemudian, 19 Desember Bapak juga meninggal,” kisah Mauliddin saat ditemui Kompas.com di kediamannya RT 34 Kelurahan Sidodami, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (28/9/2020). Pasangan Sirajuddin dan Jumiati meninggal karena sakit. Jumiati mengidap komplikasi, lalu disusul Sirajuddin meninggal karena sakit paru. “Ibu sakitnya baru-baru saja. Kalau Bapak sakit jantungnya sudah lama sejak 2012,” kenang 

Mauliddin. Sejak kepergian kedua orangtuanya itu ketiga bersudara ini awalnya tinggal sendirian di rumah tua itu. Mauliddin sudah lulus SMA. Ia sempat kerja jadi sales namun pandemi ia berhenti. Sementara, dua adiknya, Muh Luthfi masih duduk di bangku kelas tiga SMP dan Nurul kelas 5 SD. “Karena kami sendirian, kami panggil Kai (kakek) dan nenek tinggal sama kami. Biar jadi orangtua kami. Ada yang membimbing kami,” ungkap Mauliddin.