MABUK Ciu, Sopir Truk Tronton di Solo Perkosa Istri Rekannya sendiri

     


Aksi bejat dilakukan seorang sopir truk tronton berinisial RM (50). Efek mabuk minuman keras (miras) jenis ciu, dia nekat hendak memperkosa istrinya sendiri.

Beruntung, korban yang sedang tertidur pulas di kamar rumahnya memergoki aksi bejat pelaku sebelum melancarkan aksinya.

Pelaku diciduk Unit Reskrim Polsek Jebres dan diteruskan ke Satreskrim Polresta Solo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolsek Jebres, Kompol Suharmono menjelaskan kasus itu berawal dari pelaku mengonsumsi miras jenis ciu usai menghantarkan muatan berhenti dilokasi tongkronganya di sekitar ring road Mojosongo.

Diduga terlalu banyak hingga mabuk, kemudian terbesit fikiran pelaku yang ingat jika rumah rekannya tidak jauh dari lokasinya minum. Pelaku, lanjut Suharmono juga ingat jika rekannya ini sedang menghantar muatan ke luar kota.

"Dari situ dia berkesimpulan kalau hanya ada istri rekanya ini dirumah. Saat itulah libidonya memuncak, muncul niatan kotor," kata Suharmono mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

RM lantas menuju rumah rekannya yang berada dikawasan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Karena sudah beberapa kali main kerumah tersebut, lanjut Kapolsek, pelaku hafal setiap sudut rumah dari korban.

Dengan menggunakan tangga, pelaku masuk menaiki tembok belakang rumah. Pelaku lantas masuk kerumah lewat pintu belakang dan masuk kamar korban kemudian mengkunci pintu kamar dari dalam.

"Korban di kamar seorang diri dalam kondisi tertidur. Pelaku lantas mencopot semua pakaianya hingga dalam kondisi telanjang. Saat mau mendekati korban, ternyata korban terbangun dari tidurnya," ujar dia.

Korban yang kaget langsung berteriak sembari memberontak sejadi-jadinya. Teriakan korban membangunkan adik ipar korban yang ternyata tidur dikamar sebelah. "Adik dari suaminya ini lantas menggedor pintu, pelaku panik lantas kabur dari jendela kamar," paparnya.

Adik ipar korban lantas mengejar bersama warga hingga pelaku berhasil ditemukan bersembunyi di dalam truknya.

"Warga yang geram lantas menghakimi pelaku sebelum akhirnya anggota yang medapat laporan mendatangi TKP dan mengamankan pelaku," tegas Kompol Suharmono.