Kisah Haru, Anak Yatim Piatu menyambut Hari Raya Idul Fitri


Idul Fitri adalah momen kebahagiaan, sekali pun di sana ada air mata yang menetes kala seorang anak bersujud di bawah kaki orangtuanya. Hari Raya Idul Fitri adalah kado terindah Allah SWT untuk umat Islam.

Kebahagiaan yang dirasakan di Hari Raya Idul Fitri tak bisa dibayar dengan apa pun. Itu kenapa, banyak dari perantau rela kembali ke kampung halaman untuk bisa berkumpul bersama sanak saudara. Momen ini tak dapat tergantikan.

Tapi, berbeda dengan yang dialami Febriani Putri Azahra. Gadis berusia 11 tahun ini harus menerima kenyataan di mana dirinya mesti merayakan Hari Raya Lebaran tanpa kehadiran ayah di sampingnya. Di mana, sudah 6 tahun yang lalu dia merayakan Lebaran tanpa ibu.

Ya, Putri, sapaan akrabnya, akan merayakan Lebaran tahun ini tanpa kehadiran kedua orangtuanya. Status anak yatim piatu dipegangnya di usia yang masih kecil. Harapan besar bisa membahagiakan orangtua tak ada lagi di hidupnya.

Momen Lebaran yang biasanya diisi dengan sungkem ke orangtua tak lagi bisa dirasakan Putri. Dia mesti tabah dengan keadaan dan beruntung keluarga dia selalu ada di sampingnya.

"Ayah belum membelikan aku baju baru, tapi aku tahu alasannya. Ayah berjuang dengan penyakitnya dan aku nggak sama sekali mikirin baju baru," cerita Putri.

Malah, Putri menyatakan kalau dirinya ingin memberikan sesuatu untuk ayahnya nanti di momen Hari Raya Idul Fitri. "Putri ingin datang ke makam ayah, mau bacain Alquran buat ayah sama ibu. Cuma itu yang bisa Putri lakuin," sambungnya